Thursday, October 8, 2009
Music is Important
Every people likes music very much for them music is important. Music is important because by listening music we can losing our stress. When we have stress than we listening to the music we can feel relax and make us feel free. With music we can study another language, example when we listening English music, we also know about the word, the noun and the grammar so we can be better in English. when we are feel sad and happy, and we just listening to the music, it can cheering up our mood . The other reason is music can accompany us every time. When we wait for something or when we on the way to office or school and we listening music, it can make us not boring. Music can give us some inspiration, when we don’t have any inspiration, just use music then the inspiration will come. So, use music for your life
Labels: English for Business, semester 4
ASSIGNMENT I
Labels: English for Business, semester 4
Sunday, October 4, 2009
Pendahuluan
Sistem pemanufakturan tradisional mengatur jadwall produksinya berdasarkan pada peramalan kebutuhan di masa yang akan datang. Padahal tidak seorangpun yang dapat memprediksi masa yang akan datang dengan pasti walaupun dia memiliki pemahaman yang sempurna tentang masa lalu dan memiliki insting yang tajam terhadap kecendrungan yang terjadi di pasar
Produksi berdasarkan prediksi terhadap masa yang akan datang dalam sistem tradisonal memiliki resiko kerugian yang lebih besar karena over produksi daripada produksi berdasarkan permintaan yang sesungguhnya. Oleh karena itu munculah ide Just In Time yang memproduksi apabila ada permintaan. Suatu proses produksi hanya akan memproduksi apabila diisyaratkan oleh proses berikutnya. Sebagai akibatnya pemborosoan dapat dihilangkan dalam skala besar, yaitu berupa perbaikan kualitas dan biaya produksi yang lebih rendah. Kedua hal tersebut menjadikan perusahaan lebih kooperatif. Tujuan utama Just In Time adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya, peningkatan kualitas, serta perbaikan kinerja pengiriman.
Isi
1. Pengertian Just In Time
Manajemen Just in time adalah teknik manajemen yang pertama kali dikenalkan oleh jepang, teknik manajemen ini terkenal dengan zero inventory, yang memiliki arti bahwa perusahaan tidak memiliki persediaan, contohnya persediaan bahan baku yang akan dibeli disaat dibutuhkan sehingga perusahaan tidak mengeluarkan biaya penyimpanan bahan baku serta biaya lain yang berkaitan, ini merupakan salah satu cara untuk menekan biaya produksi akan tetapi agar sistem ini dapat berjalan dengan baik harus didukung oleh faktor-faktor yang sangat mempengaruhi seperti infrastruktur pendukung contohnya jalan raya jika tidak tersedia jalan yang dapat dilalui oleh alat transportasi perusahaan maka akan menghambat distribusi produk serta bahan baku dari dan keluar pabrik dan supplier bahan baku yang siap mensuplai bahan baku jika dibutuhkan secara ontime jika tidak maka akan menyebabkan waktu produksi tertunda
JIT tidak hanya sekedar “zero inventory” sistem ini juga menuntut efisiensi, efektivitas dan produktivitas serta kerjasama sistem di dalam perusahaan yang bersangkutan, karena untuk memproduksi sejumlah produk tepat waktu, dengan bahan baku yang akan di beli saat dibutuhkan dan menuntut penggunaan sumberdaya secara efisien dan efektif sehingga akan mengurangi biaya-biaya variabel yang timbul akibat kesalahan produksi, sehingga jumlah produk cacat menjadi berkurang, bahan baku yang tidak terpakai juga akan semakin berkurang akan tetapi ini di imbangi dengan kualitas produk yang di hasilkan menjadi semakin baik
2. Sistem Persediaan JUST IN TIME
Just In Time merupakan suatu keseluruhan filosofi operasi manajemen dimana segenap sumber daya dipakai sebatas yang dibutuhkan.
Tujuan JIT :
1. Mengangkat produktivitas
2. Mengurangi pemborosan
Sistem JIT merupakan upaya untuk mengurangi atau menghilangkan persediaan dalam usaha untuk memangkas biaya-biaya.
Sistem Persediaan JIT membantu manajer untuk menggunting biaya, meningkatkan efisiensi dan memperluas keluaran.
3. KONSEP SISTEM JIT
Empat (4) aspek fundamental JIT :
1. Menghilangkan segala aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah bagi sebuah produk atau jasa.
Contoh :
Waktu Pabrikasi = Waktu Proses + Waktu inspeksi + Waktu pindah + Waktu antri
Waktu Proses : Waktu yang dibutuhkan untuk mengkonversikan bahan baku menjadi barang jadi
Waktu inspeksi : Lamanya waktu yang dihabiskan untuk memastikan bahwa produk bermuru tinggi
Waktu pindah : waktu yang diperlukan untuk memindahkan BB atau BDP dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja yang lainnya.
Waktu antri : Lamanya waktu tunggu suatu produk untuk dikerjakan, dipindahkan, atau dikirimkan dari gudang ke pelanggan.
2. Komitmen tinggi terhadap mutu
3. Upaya perbaikan yang berkelanjutan
4. Penekanan pada penyederhanaan.
Tujuan Pabrikasi JIT : Menghasilkan sebuah produk hanya jika dibutuhkan dan hanya dalam kuantitas yang diminta oleh para pelanggan.
4. Ukuran penting dari keandalan system JIT akan meliputi factor-faktor efektivitas siklus pabrik sbb;
a. Tingkat produk cacat/rusak
b. Waktu siklus
c. Persentase pengiriman produk yang tepat waktu
d. Akurasi pesanan
e. Persentase produksi sesungguhnya dibandingkan dengan produksi yang dianggarkan
f. Jam mesin sesungguhnya dibandingkan jam mesin tersedia yang direncanakan.
5. Elemen-elemen kunci JIT
Lima Elemen kunci demi keberhasilan JIT :
1. Jumlah Pemasok yang terbatas
Tingkat persediaan yang minimal
Sistem JIT memotong biaya dengan mengurangi :
a. Ruang yang dibutuhkan untuk penyimpanan bahan baku
b. Jumlah penanganan bahan
c. Jumlah persediaan yang usang.
2. Pembenahan Tata Letak Pabrik
Arus Lini : jalur fisik yang dilewati oleh sebuah produk pada saat bergerak melalui proses pabrikasi dari penerimaan bahan
3. Pengurangan Setup Time
Masa pengesetan mesin (setup time) adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengubah perlengkapan, memindahkan bahan
4. Kendali Mutu Terpadu (Total Quality Control)
TQC berarti bahwa perusahaan tidak akan memperbolehkan penerimaan penerimaan komponen dan bahan
5. Tenaga kerja yang fleksibel
6. Keuntungan-keuntungan bila mengoperasikan system JIT dalam management
- seluruh system yang ada dalam perusahaan dapat berjalan lebih efisien
- Pabrik mengeluarkan biaya yang lebih sedikit untuk memperkerjakan para staffnya.
- Barang produksi tidak harus selalu di cek, disimpan atau duretur kembali.
- kertas kerja dapat lebih simple
- Penghematan yang telah di lakukan dapat digunakan untuk mendapat profit yang lebih tinggi misalnya, dengan mengadakan promosi tambahan.
7 . Kelemahan JIT
satu kelemahan sistem JIT adalah, tingkatan order ditentukan oleh data permintaan historis. Jika permintaan naik melebihi dari rata-rata perencanaan historis maka inventori akan habis dan akan mempengaruhi tingkat pelayanan konsumen. Untuk mencapai tingkat pelayanan 95% perusahaan harus memasukkan 2 standart deviasi dalam safety stock.
Labels: Management Strategic, semester 4
Kesimpulan
Dalam menangani tingginya biaya, menurunnya laba, dan menajamnya persaingan telah mengakibatkan perusahaan mencari cara-cara untuk merampingkan kegiatan usaha mereka dan mengumpulkan lebih banyak data akurat untuk tujuan pengambilan keputusan. Oleh karena itu muncullah ide Just In Time (JIT) yang hanya memproduksi apabila ada permintaan. Akibatnya pemborosan dapat dihilangkan dalam skala besar, yaitu berupa perbaikan kualitas dan biaya produksi yang lebih rendah. Tujuan utama JIT adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan yang dicapai melalui usaha pengendalian biaya, peningkatan kualitas, serta perbaikan kinerja pengiriman.
Prinsip dasar JIT adalah meningkatkan kemampuan secara terus-menerus untuk merespon perubahan dengan meminimisasi pemborosan.
• Menghilangkan semua aktivitas atau sumber-sumber yang tidak memberikan nilai tambah terhadap produk.
• Komitmen terhadap kualitas prima.
• Mendorong perbaikan berkesinambungan untuk meningkatkan efisiensi.
• Memberikan tekanan pada penyederhanaan aktivitas dan peningkatan visibilitas yang memberikan nilai tambah.
Labels: Management Strategic, semester 4
Produsen kendaraan di Jepang mempopulerkan filsafat “just-in-time” dengan tujuan “apa yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan, dan berapa jumlah yang dibutuhkan”. Mantra yang dibangun oleh
Allen Rufo, wakil direktur utama
Dia mengakui bahwa beberapa dealer telah gagal menjalankan berbagai macam orderan spare part tepat waktu
Pusat spare part Toyota di Bangkok,
Eksekutif mengatakan hanya beberapa unit sparepat yang rusak mengalami kekurangan sparepart.
Sparepart yang terkena imbasnya adalah sparepart model lama,katanya, menambahkan model –model seperti vios, innova, dan corolla sepatutnya tidaka akan mengalami permasalahan mengenai pendistribusian sparepart.
Rufo, bagaimanapun, menjamin bahwa masalah ini hanya terjadi sementara, menambah pejualan
Ia mengatakan bahwa dealer bertanggung jawab untuk meyakinkan, bahwa mereka mempuyai cukup stok sparepart, dan ia menganjurkan mereka untuk membeli sparepart dari
Hiroshi Ito, presiden Toyota di Pilipina penghasil mobil mengatakan perusayaannya percaya bahwa mereka akan menjual sekitar 50.000 unit mobil tahun ini.
Berdasarkan laporan terkini dari Chamber of Automotive Manufacturers of Philippines, Inc (Campi)
Penjualan Automaker bertumbuh hingga 10.4 persen tahun demi tahun.
Data CAMPI juga menunjukkan bahwa Toyota secara konsisten mempimpin market automotive dengan market share 36% dalam 7bulan pertama tahun ini.
Ito mengatakan bahwa selama kenaikan harga dari bahan
Bagi produsen mobil, tidak perlu menaikan harga mobil hingga akhir tahun ini,katanya, menambahkan bahwa turunnya harga minyak menjadi indikasi yang bagus bagi
CAMPI memprediksi total penjualan tahun ini akan mencapai 125,500 unit
TOYOTA’S JUST IN TIME SYSTEM BREAKDOWN
cetral problem
sistem just in time yg rusak atau mengalami gangguan
Menyebabkan penundaan terhadap pelayanan (produksi kendaraan)
kepada klien
objective
must
Memastikan kembali bahan baku pasti ada kepada supplier menjelang waktu produksi dan mengembalikan kepercayaan kepada klien yang di akibatkan penundaan tersebut
want
menjual kembali kendaraan mereka hingga 125.500 unit dalam setahun
area of considerationn
internal
- segera memperbaiki supply bhan baku agar tidak terjadi kesalahan yang sama
- Mencari supplier lebih dari satu supplier, agar bila satu supplier berhalangan masih dapat mengandalakan supplier lainnya.
- Menjalin komunikasi yang lebih baik lagi antarra internal perusahaan
eksternal
harus mengatur supplier barang dan memastikan pada tanggal produksi barang tersebut pasti ada
alternative course of action
menekan biaya produksi sehubungan dengan bahan” baku dan bahan bakar yang smakin mahal agar dapat menjaga harga dari kendaraannya
action plan
strategi yang dilakukan toyota sekarang ini adalah dengan menjaga sistem just in time nya sehingga tidak mengalami kesalahan lagi, dan juga dengan menjaga harga dari kendaraannya tetap stabil agar dapat mencapai target penjualannya, dan mengadakan promosi-promosi agar dapat mencapai objective.
Labels: Management Strategic, semester 4
Friday, October 2, 2009
Analisis dan Permasalahan Situ Gintung
Kronologi Jebolnya Tanggul Situ Gintung
Jum'at, 27 Maret 2009 - 10:55 wib
TANGERANG - Hujan deras disertai es dan angin kencang yang melanda Jakarta sejak pukul 16.00 WIB, Kamis 26 Maret, membuat beberapa warga siap sedia.
Menurut beberapa warga, kejadian serupa pernah terjadi tiga tahun lalu. "Makanya sejak sore saya ungsikan seluruh keluarga saya," kata Mulyadi, Warga RT 1/8 Kampung Situ Gintung, saat ditemui di lokasi, Jumat (27/3/2009).
Dia mengatakan, setelah melihat kondisi air di Situ, dia mulai bersiaga sejak awal.
Berikut kronologis peristiwa jebolnya tanggul Situ Gintung yang dihimpun okezone, menurut keterangan warga Kampung Situ, Ibu Erna, Ibu Lina, dan Pak Mulyadi.
Kamis 26 Maret
Pukul 16.00 WIB, hujan deras disertai es dan angin kencang melanda kawasan Jakarta Selatan dan sekitarnya, termasuk wilayah Ciputat dan Cirendeu.
Pukul 23.00 WIB, warga mulai mendengar suara gemuruh dari arah tanggul.
Pukul 24.00 WIB, beberapa warga mulai berbenah dan siaga.
Jumat 27 Maret
Pukul 03.00 WIB, warga mulai mendengar suara gemuruh lebih keras dari sebelumya. Suara berasal dari arah tanggul. Tanggul jebol.
Pukul 03.30 WIB, air sudah menerjang Kampung Situ RT 1/8 Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Banten.
Pukul 04.00 WIB, warga mulai mengungsi. Air meninggi.
Pukul 05.00 WIB, Beberapa warga mulai naik ke atap rumah, pertolongan dari warga yang rumahnya tidak terendam.
Pukul 08.00 WIB, empat warga dibawa ke RS Fatmawati.
Pukul 10.00 WIB, Kapolres Tangerang datang meninjau lokasi.(nov)
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/03/27/1/205207/kronologis-jebolnya-tanggul-situ-gintung
Situ Gintung Jebol, Pemerintah Digugat
Tangerang, Pos Kota – Tanggul penahan Situ Gintung di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (27/3) subuh, jebol. Ratusan juta kubik air tumpah bagaikan banjir bandang menghancurkan dua ratus lebih rumah, menenggelamkan sedikitnya 58 nyawa manusia dan menghanyutkan puluhan mobil serta sepeda motor.
Warga menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah yang harus diterima. Namun tak sedikit pula yang menilai bencana ini seharusnya tak perlu terjadi dan mereka siap menggugat pemerintah dan Pemda Kabupaten Tangerang. Pasalnya warga sejak 3 tahun lalu telah mendesak pemda setempat untuk memperbaiki situ tersebut.
“Perbaikan tanggul atau pondasi sekeliling situ yang mengaliri air ke anak Kali Pesanggrahan sudah diminta warga sejak tiga tahun lalu tapi tak pernah ditanggapi serius,” tutur Yadi, warga Poncol, Cirendeu.
Ia pun mendesak pemerintah harus bertanggung jawab terhadap musibah ini. Menurut Yadi, kondisi tanggul Situ Gintung yang dibangun tahun 1923 itu memang sudah mengkhawatirkan dan mendesak untuk diperbaiki. Terutama saluran air di bagian bawah situ yang berperan mengalirkan air dari danau ke anak Kali Pesanggrahan.
“Kondisi tanggul susah sangat mengkhawatirkan karena sejak jaman Belanda belum pernah diperbaiki,” kata Maruf, warga RT 01/08, Kel. Gintung, Ciputat, yang sudah 28 tahun lebih tinggal di pinggir situ.
Saluran air di bawah situ menjadi satu-satunya jalan mengalirkan air ke anak Kali Pesanggrahan jika debit air telah melampaui batas. Maka ketika hujan deras pada Kamis (26/3) melanda kawasan tersebut, danau yang berkapasitas 625 juta M3 itu tak lagi mampu menampungnya. Saluran di bawah situ pun amblas dan tanggul penahan situ setinggi 25 meter jebol.
Warga mengaku heran mengapa pemerintah tak tanggap dengan kondisi tanggul yang sudah dilaporkan itu. Parahnya, kata Ma’ruf, sejak setahun lalu sekeliling situ dibangun jalan setapak untuk jogging dan rekreasi yang diduga membuat tanggul semakin lemah.
“Dulu jika situ meluap, air bisa mengalir ke irigasi warga. Tapi akhir-akhir ini tak bisa lagi. Air hanya bisa keluar lewat satu jalan yaitu gorong-gorong di bagian bawah yang kondisinya sudah tua,” katanya.
Warga di tiga kampung yang terkena terjangan air bah dari Situ Gintung ini yakni Kampung Gunung, Poncol dan Situ Gintung, juga meminta Pemda Kabupaten Tangerang bertanggung jawab atas segala kerugian yang diderita warga.
“Kami siap menuntut Pemda Kabupaten Tangerang agar secepatnya membangun rumah-rumah kami, tentunya setelah tanggul itu diperbaiki,” kata Ny. Intan, warga perumahan Pratama Hill, Cirendeu, Ciputat.
Intan mengaku seluruh perabot rumahnya baik elektronik maupun kendaraan pribadi terendam air. “Untuk mobil mungkin masih bisa melalui asuransi, tapi rumah dan barang-barang lain bagaimana?” imbuhnya.
Slamet Daryoni, Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, mengatakan berbagai bencana yang ada akibat kelalaian manusia. “Alam dieksploitasi sedemikian rupa tanpa memperhatikan lingkungan,”katanya.
Ia menyebut berubahnya fungsi lahan hijau untuk bisnis dan permukiman mewah menyebabkan bencana di mana-mana. “Kita juga melihat betapa hutan di hulu sungai dibabat untuk pemukiman. Akibatnya ya banjir di mana-mana. Sudah saatnya, pemerintah mengatur masalah tersebut,”tandasnya.
86 TAHUN BELUM PERNAH DIRENOVASI
Walikota Tangerang Selatan HM Shaleh yang ditemui di lokasi musibah menuturkan seputaran situ yang memiliki luas 21,4 hektar sejak tahun 2008 telah ditinggikan dan ditanami pohon oleh pemerintah pusat dengan memanfaatkan dana pencegahan banjir. Dananya mencapai Rp125 miliar untuk seluruh wilayah Jabodetabek. Namun, diakuinya, tanggul Situ Gintung yang usianya sudah 86 tahun itu tidak direnovasi. Sementara pejabat PU Pengairan Propinsi Banten, Win Maryono, mengutarakan sesuai perintah Menteri PU pintu air Situ Gintung yang jebol akan dibangun kembali. “Besaran anggarannya belum tahu, tetapi yang penting segera diperbaiki dahulu.”
Menanggapi peristiwa ini, Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, mengatakan pihaknya telah menugaskan tim pengaman bendung untuk mengevaluasi kondisi seluruh situ yang ada di kawasan Jabodetabek.
“Jumlah situ yang berada Jabodetabek mencapai lebih dari 200 buah,” kata menteri usai meninjau Situ Gintung kemarin.
Djoko menegaskan tidak ada persoalan terkait dana penanganan darurat maupun permanen. “Departemen PU mempunyai cukup dana untuk melakukan kedua hal tersebut,” jelasnya.
Menurut Kepala Balai Wilayah Sungai Cidurian-Cisadane Provinsi Banten, Djoko Suryanto, Situ Gintung tahun 2008 termasuk dari 11 situ yang direhabilitasi. Hanya saja, dalam skala kecil berupa perkuatan tepi situ, sebagai pengamanan dari longsor.
Menurutnya, Situ Gintung ini sedikit berbeda dengan kebanyakan situ-situ yang ada di Jabodetabek. Bedanya situ-situ lain tidak didesain sebagai bendungan, melainkan hanya tempat penampung air.
Perbaikan darurat terhadap jebolnya Situ Gintung dilakukan dengan menggunakan bronjong dan karung pasir. Sedangkan perbaikan permanen diperkirakan akan selesai dalam waktu satu tahun. “Saat ini karung-karung pasir dan bronjong sudah ada di lapangan, upaya penanganan darurat akan mulai dilakukan hari ini juga,” kata Djoko Kirmanto.
BAGAIKAN TSUNAMI DI ACEH
Musibah jebolnya tanggul Situ Gintung digambarkan warga bagaikan tsunami kecil. “Saya merasa seperti tsunami di Aceh saja,” kata Ny. Kardiah, 40, warga Poncol.
Wanita ini mengaku saat air bah meluluhlantakkan rumahnya, ia baru saja menunaikan salat subuh. “Habis salat saya bikin nasi goreng buat sarapan anak. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras sekali.”
Ia sambil menggandeng anaknya lalu berlari menyelamatkan diri. Dari tempat yang lebih tinggi ia melihat arus air sangat deras dan tingginya mencapai 3 meter langsung menyapu apa saja yang ada di depannya.
Terjangan ratusan juta kubik air itu bahkan langsung meruntuhkan rumah bertingkat 2 milik Mulyadi yang berjarak 50 meter dari Situ Gintung. Selanjutnya ratusan rumah di RT01, 02, 03, dan 04 di RW 08 Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, yang berada di bawah situ sepanjang 2 kilo meter lebih itu tersapu begitu saja bagaikan sampah sungai.
TK Paud Muhammadiyah, Kampus STIE Ahmad Dahlan dan gedung rektorat dan sejumlah fakultas di Universitas Muhammadiyah juga diobrak-abrik oleh derasnya air bah termasuk rumah-rumah mewah di kompleks Cirendeu Permai, Perumahan Permata Hill dan Cirendeu Elok.
Teriakan minta tolong yang memilukan pun menggema bersamaan dengan menerobosnya air ke rumah-rumah penduduk. Setengah jam kemudian, ketika matahari mulai menampakkan sinarnya, barulah terlihat pemandangan yang menyedihkan.
Mayat-mayat terlihat nyangkut di pepohonan dan tertimpa reruntuhan rumah. Mobil dan motor terbawa arus hingga ratusan meter dan nyangsang di berbagai tempat seperti pohon atau atap rumah warga. Ratusan warga terlihat panik dan berlarian meyelamatkan diri.
Di antara puing-puing bangunan dan lumpur serta batu yang berserakan itu, dua buah mesjid yakni Attaqwa, Al Muhajirin, dan satu musala Nurul Iman ternyata masih berdiri kokoh.
Kerugian akibat musibah ini diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah. Korban yang meninggal dunia hingga pukul 21:00 tercatat 58 orang, 170 luka-luka dan puluhan orang masih dalam pencarian.
“Bagi warga yang rumahnya rusak akan diberi bantuan dana oleh pemerintah pusat. Untuk rumah permanen Rp30 juta dan rumah semi permanen Rp15 juta. Kita akan data dulu,” kata Walikota Tangerang Selatan HM Shaleh.
KRONOLOGI KEJADIAN
o Pukul 14:00 – 18:00 Kamis (26/3) hujan deras mengguyur sekitar lokasi
o Pukul 19:00 air mulai naik memenuhi situ
o Menjelang malam, debet melimpasi tanggul
o Pukul 00:00 tanggul mulai tergerus dan retak
o Pukul 03:00 tanggul jebol, jembatan penahan ambrol. Sekitar satu juta meter kubik air bah dari Situ Gintung menerjang ratusan bangunan yang ada di bawahnya.
http://acehlong.com/2009/03/28/situ-gintung-jebol-pemerintah-digugat/
Penyebab Jebolnya Tanggul Situ Gintung
Penyebab jebolnya tanggul Situ Gintung masih menjadi misteri. Menurut hasil wawancara reportase tvone, bencana jebolnya tanggul Situ Gintung tersebut merupakan bencana alam. Meski begitu sang reporter mendesak dengan mengatakan bahwa hancurnya tanggul Situ Gintung pasti tidak terjadi hanya dalam semalam saja. Benarkah merupakan bencana?
Penyebab jebolnya tanggul Situ Gintung, Cireundeu, Tangerang, Banten dikarenakan tingginya curah Hujan, yang menyebabkan permukaan air situ naik dan melimpas tanggul. Penyebab tersebut dijelaskan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung dan Cisadane Sutoyo Subandrio Pitoyo saat menemani Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) di lokasi jebolnya tanggul.
“Saat hujan kemarin begitu besar, terjadi kenaikan muka air. Sehingga air naik dan terjadi limpasan di atas tubuh bendungan. Sehingga tergerus dan longsor. Tanggul manapun pasti akan jebol kalau terjadi pelimpasan,” jelas Sutoyo. Dia menambahkan, volume air situ yang melimpas tanggul sebanyak 1 juta meter kubik air dari situ yang seluas 21 hektar
Tidak hanya manusia yang menjadi korban dalam tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung, ratusan rumah dan mobil mewah Di Perumahan Cirendeu Permai juga terendam banjir bercampur lumpur. Warga terkejut karena air masuk dengan cepat hingga mencapai ketinggian tiga meter. Bahkan, banyak warga yang terjebak di rumah. Evakuasi terus dilakukan tim gabungan TNI-Polri. Sementara warga mengaku pasrah.
Warga yang selamat mengatakan bahwa musibah tersebut merupakan Tsunami.
Pemerintah akui kurang memperhatinkan perawatan tanggul buatan jaman Belanda ini, DPU hanya melakukan renovasi secukupnya ditambah lagi padatnya perumahan penduduk disekitar tanggul yang mempengaruhi kekuatan tanah
http://gugling.com/penyebab-jebolnya-tanggul-situ-gintung.html
Tanggul Situ Gintung Jebol, Enam Orang Dilaporkan Tewas
Jum'at, 27 Maret 2009 | 09:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sedikitnya enam warga di sekitar kawasan Cirendeu dilaporkan tewas akibat banjir dari jebolnya tanggul danau Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan, sejak Jumat (27/3) dini hari tadi.
''Di perumahan Cirendeu Permai sini saja ada satu orang,'' kata Saidi, Petugas keamanan setempat pagi ini.
Menurut Saidi, air bah tiba-tiba menerjang puluhan rumah di sekitar Situ Gintung. ''Di perumahan Cirendeu, air langsung setinggi dada,'' katanya. Sekitar 130 rumah di perumahan elite tersebut tenggelam.
Pantauan Tempo, ratusan warga perumahan Cirendeu terlihat berkumpul di dekat pintu masuk kempleks. Puluhan petugas satuan polisi pamong praja dan tim SAR sibuk mengevakuasi warga sekitar. Beberapa perahu karet dikerahkan untuk evakuasi.
Jalanan selebar tujuh meter di perumahan tersebut berubah menjadi sungai dengan air berwarna cokelat. Sebuah mobil terlihat hanyut terbawa derasnya arus. Berbagai perabotan rumah tangga bergantian terbawa aliran banjir.
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2009/03/27/brk,20090327-166776,id.html
Jebolnya Tanggul Situ Gintung Seharusnya Tak Terjadi
JAKARTA - Jebolnya tanggul Situ Gintung pada Jumat dini hari seharusnya tidak terjadi, jika pemerintah daerah maupun provinsi dapat melakukan evaluasi dan perhatian yang cukup.
"Dengan umur yang sudah sangat tua, sudah selayaknya Situ Gintung mendapat perhatian yang cukup. Bukan hanya sebatas faktor kapasitas dan kualitas air yang mengisi Situ tersebut, tetapi juga menyangkut kestabilan badan tanggulnya," kata Ketua Divisi Geologi Rekayasa-Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Imam A Sadisun kepada okezone di Jakarta, Selasa (31/3/2009).
Dia menambahkan, potensi keruntuhan badan tanggul seharusnya dapat diidentifikasi secara dini. Selain melakukan evaluasi terhadap tingkat keamanan tanggu, metode lain yaitu dengan melakukan pemantauan atau monitoring.
"Gejala-gejala adanya ketidakstabilan lereng bendungan umunya dapat dipantau secara visual. Ciri-ciri umum yang sering dijumpai adalah adanya rembesan atau bahkan mata air di bagian sisi hilir kaki tanggul secara liar. Mata air ini lambat laun bisa berkembang," tegasnya.
"Karena dengan aliran air yang semakin kuat (misalnya adanya kenaikan gradient hidrolis), akan mengakibatkan proses erosi bawah permukaan terjadi," tuturnya.
Dengan berkembangnya kawasan pemukiman yang relatif padat di bagian hilir tanggul Situ Gintung, lanjut Imam, sangat disayangkan jebolnya Situ ini bisa terjadi.
"Seiring dengan semakin berkembangnya teknik instrumentasi, bukan tidak mungkin untuk memasang alat pantau di setiap tanggul atau bendungan. Dari jenis alat pantau yang hanya digunakan untuk mengukur perubahan level genangan air saja, hingga jenis alat pantau yang dapat mendeteksi adanya pergeseran pada permukaan ataupun di dalam tubuh tanggul. Bahkan hampir seluruh alat pantau tersebut saat ini sudah dapat dikontrol dari jauh secara real time," paparnya.
http://news.id.msn.com/local/okezone/article.aspx?cp-documentid=2992901
Labels: Introduction To Sociology, semester 4







